Sebentar lagi di Hard Rock Cafe Entertainment XPlasa, Jakarta akan diadakan Pesta Blogger untuk yang pertama kali di Indonesia. Acara tersebut tepatnya akan dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2007. Ternyata kota Jakarta menurut studi bussinesweek.com menempati urutan ke 30 sebagai kota dengan aktifitas blogger paling aktif di dunia dan diperkirakan ada lebih dari 100 ribu blogger yang beraktifitas di Indonesia. Tentu tidak termasuk orang Indonesia yang beraktifitas di luar negaranya.
Jika banyak orang mengatakan kulit menunjukan isi, bolehlah aku katakan rumah menunjukan kepribadian pemiliknya. Tentu tak selamanya benar, tapi minimal bisa mencerminkan apa yang ada di dalamnya. Dan namanya cermin mungkin memantulkan bayangan dengan jelas, mungkin juga kabur dan pecah.
Blog, boleh dikatakan sebuah rumah di dunia maya. Aku tersenyum ketika mampir ke sebuah blog yang dalam kata pembukanya disebutkan, bahwa blog tersebuat dibuat agar dapat memberikan komentar di blognya si anu dan anu (tentunya di Multiply).
Kesan pertamaku terhadap pemilik blog tersebut adalah kejujuran. Polos apa adanya. Dan memang, blog tersebut tak ada isinya selain buku tamu dan beberapa orang teman bloger sebagai contacts. Jika suatu saat pemilik blog itu kemudian mengisi "rumahnya" dengan foto, jurnal atau hal-hal lain, apakah pemilik blog tersebut bisa dikatakan tidak konsekwen dengan niat awal ngeblog..? Tentu tidak. Manusia bisa berubah, dan itu hal yang lumrah. Perubahan adalah suatu keniscayaan yang membuat kehidupan ini berjalan dinamis. Tidak statis.
Mengunjungi berbagai macam blog ternyata asyik nggak asyik. Banyak blog yang dimaksudkan untuk menceritakan semua kehidupan pribadi tapi isinya kosong, banyak juga blog yang ramai dengan hiasan berbagai macam grafik hingga aku susah sekali membaca dan menikmati apa yang ditulis blogernya, ada blog dengan deretan foto pemiliknya dengan pose terbaik dan semenarik mungkin, ada blog yang isinya cuma pepesan kosong, ada juga yang membuat blog dengan niat, misi dan visi yang terarah, ada blog yang menyembunyikan jati diri blogernya, ada blog yang mengkhususkan untuk seks, ada juga yang kayaknya aku kurang suka : blog yang dibuat untuk ngehacking atau memberikan komentar nakal dan kotor pada bloger lain.
Semuanya jelas mengungkapkan siapa pemiliknya. Bukan sosoknya, tapi kepribadiannya.
Manusia, selain sebagai mahluk individu juga mahluk sosial. Tentu butuh berinteraksi dengan lingkungan sosialnya sebagai bagian dari perjalanan hidup dan pembentukan dirinya. Bagaimanapun tertutupnya seseorang yakinlah dia butuh teman. Teman berbagi rasa, teman tertawa dan juga teman menangis.
Persoalannya, adakah teman yang siap berbagi dalam 24 jam..? Mau menjadi "tempat sampah" dan mendengarkan apa yang kita sampaikan tanpa pernah bosan..? Sedangkan teman, kekasih sekalipun , memiliki wilayah pribadi yang terkadang kita tak ingin mengusiknya. Lalu kepada siapa akan bicara..? Bagi yang suka rame-rame tapi tinggal sendirian di apartemen, bersama siapa bisa tertawa..? Bagi yang suka diputusin pacar atau mutusin, tentu teman akan bosan dan bilang "persoalan yang kau bawa cerita duka melulu...."
Ah... rupanya inilah alasan sebagian besar orang ngeblog. Keinginan untuk berbagi. Tanpa mencari telinga untuk mendengar karena telinga-telinga akan datang sendiri mendengarkan apa yang disampaikan di blog. Karena itulah apapun isi sebuah blog, rasanya harus aku hargai, sebagaimana aku menghargai sesama manusia yang ingin bebas berekspresi.
Tulisan ini boleh dikomentari, boleh dicuekin, boleh diintip, boleh disobek-sobek (dengan memukul layar monitor komputer di depan anda sampai pecah tentunya). Semuanya menunjukan kepribadian anda lho...