"Punya kakak cewek ga..?" tanyaku. "Ada. Buat Abang mah pembokat di rumah..." jawab anak-anak usia 8-10 tahun itu bersama, kemudian tertawa tergelak. Itu dialog yang masih aku ingat dulu, tahun 1997 ketika jalan-jalan sama teman ke pantai Carita di Profinsi Banten yang saat itu masih masuk dalam wilayah Jawa Barat. Kami mandi dan bermain di pantai bareng anak-anak yang sedang berlibur bersama keluarganya. Walau saat itu mereka cuma pakai celana pendek tentu bisa terlihat bahwa mereka berasal dari keluarga yang berada dan kecukupan dari segi ekonomi. Namanya juga cowok jomblo, iseng-iseng berhadiah. Siapa tahu punya kakak kece buat dilabain, eh jawabanya lain.... (Sekarang sih udah nggak jomblo lagi... ) Tentang pembantu, yang dikatakan anak kecil dulu dengan sebutan pembokat juga tertulis di sebuah blog, tapi oleh orang yang bukan lagi kecil. Seorang dewasa yang berpendidikan tinggi, status ekonomi kelas menengah ke atas. Isinya tentang daftar barang yang dicuri pembantunya, yang kemudian dikomentari tamu-tamu dengan komentar yang rata-rata senada. Memojokkan pembantu. Ada apa dengan profesi pembantu..? Sehingga dari anak usia 8-10 tahun sampai orang dewasa berpendidikan dan mapan memandangnya sebelah mata..? Bahkan jika seseorang ditanya tentang pekerjaannya akan malu-malu menjawab sebagai pembantu..? Pembantu, tentu orang yang memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan. Kalau dilihat dari status "pemberi bantuan" dan "penerima bantuan", tentu pemberi lebih baik dari penerima. Tak jauh beda dengan penolong dan yang ditolong. Permasalahannya, orang-orang kaya merasa lebih tinggi derajat sosialnya dari pembantu karena mereka memiliki lebih banyak uang. Pembantu tidak. Mereka pun gengsi mengakui jasa pembantunya dalam menyukseskan karier mereka. Orang-orang besar, pengusaha, publik figure apakah pernah menyebutkan terima kasih kepada pembantu rumah tangganya saat menerima berbagai penghargaan di hadapan publik..? Demi Allah, sampai hari ini aku belum pernah mendengarnya di televisi atau membaca sebuah buku dengan ucapan terima kasih pada jasa pembantu rumah tangga. Termasuk berbagai macam tesis dan skripsi yang ditulis oleh aktifis pembela HAM sekalipun. ( Jika anda pernah tahu, tolong beritahu aku...) Rata-rata mereka berucap, " Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada lembaga anu, Bapak Anu, istriku tercinta dan keluarga, serta teman-teman yang telah mendukung dan memberi suport sehingga bla....bla...bla....". Dan pembantu rumah tangga yang bekerja 24 jam siap melayani kebutuhannya, terlupakan. Eh... tunggu dulu. Apakah orang-orang kaya juga bukan seorang pembantu..? Bukankah rata-rata mereka juga bekerja untuk orang lain..? Menjadi manager, menteri, pejabat, apakah lebih baik dari petani yang walaupun berpenghasilan sedikit tapi merdeka..? Kalau mau jujur, status pembantu dan majikan sama dan mulia. Kalau begitu semua pekerjaan mulia dong..? Ah, siapa bilang..! Ada juga pekerjaan yang hina. Ada pekerjaan yang halal tapi hina ada juga yang tidak halal dan jelas-jelas hina. Kalau kata pak Ustad yang pernah aku dengar, pekerjaan halal tapi hina adalah mengemis. Pengemis yang timbul karena keterpaksaan, ketidak mampuan fisik untuk bekerja tentu kita bisa maklum dan mereka perlu disantuni. Tapi hati-hati dengan tipe pengemis yang satu lagi, yang kadang tanpa kita sadari kita melakukannya. Mahasiswa manja yang terus minta sama bokap-nyokap, pejabat dan negara yang terus mengharap bantuan dari tetangga... pengangguran yang terus bergantung pada keluarga, seniman-seniman yang numpang hidup pada teman dan lembaga-lembaga kesenian. Ah, mereka bangga dengan statusnya yang rapuh... Pekerjaan yang tidak halal tentu tak perlu dibahas, kita telah tahu. Dan pembantu, dimanapun berada baik dalam negeri maupun di luar negeri selayaknya bangga karena tak termasuk dalam kedua jenis pekerjaan hina itu. Anda bukan koruptor, juga bukan maling kotor. Anda bukan benalu, kenapa mesti malu..? dari seorang pembantu, Prangg RN(bayungyasa @ yahoo. com )
 | benar kata kamu,, tak ada yg perlu di rasa untuk malu jadi pembantu karena pembantu lebih baik dari koruptor... ( karena aku juga pembantu,,,) |
 | Pembantu kan lebih baik dari yang dibantu ya Mbak..? |
 | lebaran haji 1997 aku juga di carita lo... H.A.M... deklarasi HAM adalah deklarisi yang dibuat oleh murid-murid setan!!! coba hadapkan deklarasi HAM ke masalah palestina... standar ganda yg ada...mbulet prangg.. kenapa gue jadi ngomong masalah palestina ya...wah katrok gue...hi.hi..hi..:)
|
 | Setan punya murid juga...? ha..ha..ha..
Jangan hanya menyalahkan murid setannya, yang mengaku beriman dan bersaudara dg Palestina juga nggak berbuat apapun. Bahkan banyak saudara kita TKI di Timur Tengah yang teraniaya Majikan yang nota bene sesama muslim. Negara tetangga kita juga memperlakukan TKI yang seiman dengan sikap yang tak bijak. Apakah dari mental "Majikan" seperti itu akan timbul kepedulian terhadap perjuangan Palestina..?
Mata mereka buta ...! Hati mereka mati ...! |
 | ya..negara2 arab sudah nda bisa apa,bisanya njualin mimyak doang...,yg ngaku beriman dan bersaudara juga kayak kerbau di cucuk hidungnya..tunduk dibawah tudingan jari murid2 setan itu wah payah ya... untuk TKI juga,mereka kayaknya lebih di'manusiakan' di negara-negara yg nota benenya negara non muslim..kayak jepang dan korea misalnya.... ...untuk membayangkanpun kadang2 aku putus asa...UKUWAH ISLAMIYAH dari 100an lebih negara2 islam... bener mata mereka buta...tapi hati mereka tidak mati,,,mereka tidak punya hati..tepatnya. trus gimana dg mata dan hatimu,ties.....!?
|
 | Ha..ha...ha... Ties, Matamu tidak buta, Hatimu juga tidak mati. Tapi sayang, tangan dan kakimu "LUMPUH".
ha..ha..ha.... emang Lo bisa ngapain..? |
 | wah..bener itu... paling2 bisa doa dan ngumpat sana sini....ya |
 | erro7 wrote on Nov 11, '07 tul bro...................semua kerjaan yg halal n tidak hina.........................ngga ada alasan utk malu khan..................yg penting kita semua memenuhi kewajiban2 dlm kerjaan kita..............selesai dah..........So.........gitu khan................ |
 | Belum selesai kalo belon digaji Om...!!! |
 | malu?? ga juga. Di blogku terang-terangan kutuliskan kalau aku adalah seorang babu, bahkan di blogspotku judulnya adalah Babu Ngeblog, www.babungeblog.blogspot.com Bukan karena bangga akan pekerjaan itu tapi karena itu kenyataannya |
 | malu?? ga juga. Di blogku terang-terangan kutuliskan kalau aku adalah seorang babu, bahkan di blogspotku judulnya adalah Babu Ngeblog, www.babungeblog.blogspot.com Bukan karena bangga akan pekerjaan itu tapi karena itu kenyataannya
 bagus,,,bagus,,,bagus,,,, semoga pandangan negatif orang tentang pembantu bisa berubah,,, |
 | malu juga gak kalo jadi pembantu presiden? kalo pembantunya pembantu presiden? kalo pembantunya pembantu pembantunya presiden... ? ... |
 | malu juga gak kalo jadi pembantu presiden? kalo pembantunya pembantu presiden? kalo pembantunya pembantu pembantunya presiden... ? ...  Walah kalo pembantu presiden banyak tuh yang rebutan,,,, Kalau pembantunya pembantu pembantunya menantu pembantunya keponakan pembantu Presiden aku nggak tahu,,,,
Waduh,,, kayak multi level marketing aja... |
 | Walah kalo pembantu presiden banyak tuh yang rebutan,,,, Kalau pembantunya pembantu pembantunya menantu pembantunya keponakan pembantu Presiden aku nggak tahu,,,,
Waduh,,, kayak multi level marketing aja...  wah kalo udah nyampe tingkat itu udah brapa tu dapet bonusnya... hihi...kan MLM.. ;P |
 | walah,,,, ntar tanya Presiden deh,,, tapi beliau nggak punya MP sayangnya,,, |
 | Beneran kamu gag malu kalo pacaran ma pembokat...?? (gag ngomongin RN lho...??) |
| |