"Kok cuma ngintip..? Masuk aja..."
Wah ketahuan deh. Kebayang nggak sih kalo kita lagi ngintip terus ke gap..? Malu itu pasti. Akhirnya cuma ada dua pilihan deh, lari atau nyari alasan biar dikira nggak ngintip.
Itu kalo yang ngintip. Bagaimana kalau orang yang diintip..? Jelas lebih malu lagi. Kalo cowok yang mandi bisa langsung nutupin "anunya" pake dua tangan, masalah kelar. Lha kalo cewek..? Berhubung "anu" yang harus ditutupin banyak, dua tangan kayaknya nggak cukup deh... dan aku cuman punya dua saran yang mungkin bermanfaat untuk kasus ini : Pinjem tanganku buat bantuin nutupin, atau kalau nggak sudi, dengan dua tangan anda tutupin muka aja, yang lain biarkan. Toh kalau muka yang ditutupin jadi nggak malu kan... orang nggak bakal tahu ntu body milik siapa...
Tapi kok ada yang disuruh masuk..? Apa iya ada orang mandi diintip malah nyuruh orang yang ngintip masuk sekalian..? He..he..he.. tenang aja, acara "ngintip mengintip" yang ingin aku bahas bukan ritual mengintip orang mandi. Kalau masalah itu tentu Lo semua lebih jago deh, aku percaya...
Ini masalah ngintip-mengintip di Multiply. Rupanya di Multiply (disingkat aja MP) ada istilah "ngintip" buat tamu yang mengunjungi halaman MP orang lain tanpa meninggalkan pesan. Aku sendiri nggak tahu siapa yang mempopulerkan istilah ini, tapi sudahlah... pencipta istilah itu juga kayaknya nggak butuh royalty atau hak cipta...
Begitu banyaknya komentar tentang ngintip di buku tamu, aku jadi berfikir, memangnya kenapa dengan ritual yang satu ini…? Maka mulailah aku mengambil berbagai analisa dan asumsi yang kemudian malu-malu aku simpulkan. Kenapa malu-malu…? Jawabanya jelas, karena takut diintip… he..he..he…
Begini kesimpulan yang bisa aku ambil. Pertama kita pisahkan dulu kasus ini dalam dua kubu, yaitu kubu pelaku dan penderita. Eh… tapi bahasanya kok serem gitu, ya,,, kayak tindak kejahatan aja…? Ya udah, ganti nama aja : PENGINTIP dan YANG DIINTIP.
PENGINTIP
Sebenarnya tidak ada yang salah bagi seorang pengintip di internet (baca: MP), apakah mau meninggalkan pesan atau blusak-blusuk keluar masuk kayak angin lalu... toh jika diposting untuk publik berarti memang maksudnya untuk dinikmati secara umum. Bebas kan...?
Tapi rupanya ada banyak alasan yang dilakukan pengintip.
Pertama, dia memang berniat membaca dan menikmati isi blog yang dikunjunginya, klik home, photo, dan halaman-halaman yang lain... "kok nggak ada yang istimewa..." pindah lagi ke lain rumah, sama dan sama.... rasanya tak ada yang perlu dikomentari. Ya sudah....
Yang kedua, pengintip datang ke blog, baca dan lihat ini itu.... tapi berhubung isi blognya berat dan IQ sang tamu emang cuman satu strip di atas kecoa, tentu nggak bisa ngasih komentar dong...? Ngacir deh.....
Yang ketiga, pengintip yang cuman iseng melanglang buwana dari rumah ke rumah supaya ada kunjungan balik dan ada yang mengomentari blognya. Udah diniatin promosi doang... Biar blognya terlihat rame kali...? Maka jangan heran, blog pribadinya penuh kunjungan dan komentar tamu walau isinya (maaf) biasa saja......he..he..he...
Yang keempat dan seterusnya aku nggak tahu...
YANG DIINTIP
Nah sekarang, kita lihat reaksi orang yang diintip...
Pertama melakukan kunjungan balik dan menulis di buku tamu.." kok cuman ngintip sih...?" "masuk aja, jangan malu-malu..." dan kalimat-kalimat senada yang lainnya... atau sekedar menuliskan kata terima kasih untuk kunjungan PENGINTIP.
Kedua, melakukan kunjungan balik, lihat dan baca isi blog pengintip, kemudian meninggalkan pesan atau komentar jika memang merasa ada yang perlu dikomentari..... atau juga tak meninggalkan apapun jika memang rasanya tak ada yang perlu dikomentari....
Ha..ha..ha.. berubah dari yang diintip menjadi PENGINTIP.
Yang ketiga, sikap cuek. Bodo amat lo mau ngintip site gue, lo mau komentar, lo mau lihat bolak-balik.... emang gue pikirin....?
Yang keempat dan seterusnya aku juga nggak ngerti karena nggak pernah melakukan survey tentang sikap mereka....
NIAT
Terlepas dari posisi bloger baik pengintip atau yang diintip, semua tergantung niatnya. Dan niat, tentu tak bisa dilihat oleh orang lain. Yang tahu hanya kita sendiri dan Yang Maha Mengusai kehidupan.
Meluruskan niat adalah hal yang utama kata orang bijak.
(ilustrasi : Djoko Tarub, karya Basuki Abdullah)