Benar, aku berdoa untuk kesembuhan Soeharto dari sakit yang kini dideritanya. Kerena dia adalah manusia, muslim dan dalam keadaan sakit. Tak ada larangan untuk berdoa demi kebaikan saudara kita sesama muslim yang tengah sakit bukan...?
Dalam dunia politik, jika ucapan tersebut dilontarkan oleh tokoh-tokoh besar tentu akan berpengaruh besar pula pada opini publik. Tentu ada yang pro ada juga yang kontra. Ada yang menyikapinya dengan antusias ada juga yang adem ayem saja seperti tak pernah terjadi apapun.
Mungkin anda menganggap aku pendukung Soeharto dan antek-antek Orde Baru karena berdoa untuk kesembuhannya. Tak tahulah, tapi berpengaruh atau tidak terhadap jatuhnya Soeharto, aku juga pernah ikut berdemonstrasi saat-saat Soeharto masih gagah berkuasa, ikut digebukin polisi di jalanan, juga ikut begadang di gedung DPR/MPR pada bulan Mei 1998 sementara entah berapa pucuk senapan terkokang ada di tangan tentara yang mengepung Senayan.
Tapi saat itu niatku murni untuk menuntut Reformasi demi Bangsa Indonesia, tanpa keinginan untuk menjadikannya batu loncatan politik untuk mencari kekuasaan, seperti yang dilakukan tokoh-tokoh politik yang saat itu datang ke Senayan. Lagi pula sebagai seekor kecoa aku tak diperhitunkan dong untuk level politik kelas tinggi. Kalo kelas RT/RW mungkin lah,,,
Saat itu, tokoh yang aku kagumi mendatangi Soeharto dan meminta beliau mundur,,, kemudian ketika Soeharto benar-benar mundur ia juga mundur dari hiruk pikuk reformasi, kembali ke jalan sunyi yang selama itu digelutinya bersama Padhang Mbulan,,, Oh,,, betapa saat orang yang paling berkuasa dipuncak kejayaan, dia berani mengucapkan kalimat tersebut. Pada saat tokoh-tokoh yang dulu takut dan bersembunyi mulai keluar sarang untuk berbagi jatah kekuasaan, dia justru kembali ke habitatnya, ke jalan sunyi yang dilakoninya tanpa tergoda dengan jabatan yang kalau dia mau tentu bisa didapatkannya. Tak ada dendam, tak ada caci maki walau dulu dia berseberangan ideologi politik dengan Soeharto.
Dan aku mengikutinya. Berusaha mengendalikan keinginan, kembali ke tanggungjawabku dan jalan hidup yang aku pilih.
Jika kemudian saat ini, mendekati 10 tahun setelah berlalunya demonstrasi tersebut aku berdoa untuk kesembuhan Soeharto, pun bukan untuk kepentingan pribadiku. Niatku murni untuk bangsaku. Bagaimana tidak, kasus hukum Soeharto terhenti karena sakitnya sehingga pengadilan tak bisa memutuskan apakah Soeharto benar-benar bersalah atau tidak.
Banyak orang yang meminta agar Soeharto dimaafkan karena jasa-jasanya,,,, walah apanya yang dimaafkan..? Bukankan memberi maaf hanya untuk orang yang bersalah..? sedangkan secara hukum Soeharto belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan, kenapa ada orang yang menyuruh kita memaafkannya..? Bukan membela, tapi justru permintaan tersebut telah menuduh Soeharto.
Karena itu, kepada Tuhanku aku berdoa, tolong sembuhkanlah Soeharto agar kasusnya bisa tuntas. Karena jasa-jasanya biarkanlah rakyat Indonesia tetap memujanya kalau memang beliau tidak bersalah, atau biarkan beliau mempertanggungjawabkan perbuatannya jika terbukti bersalah agar beliau bisa menghadapMu dengan tenang.